kolab MUI dan BNN Berantas Narkoba

Perkuat Benteng Kota Santri, MUI dan BNN Gresik Kolaborasi Lawan Narkoba Lewat Jalur Langit

​GRESIK – Info Gresik, Sebagai upaya menjaga marwah Kabupaten Gresik sebagai "Kota Wali" dan "Kota Santri", Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik resmi menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gresik. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pencegahan narkoba melalui pendekatan keagamaan.
​Acara yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) di Kantor BNN Gresik ini tidak sekadar seremoni. Seluruh Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik turut hadir untuk menerima sosialisasi langsung mengenai peta kerawanan narkotika di wilayah mereka.
​Strategi "Pintu Gerbang Agama"
​Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi, SH., M.Si, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan tokoh agama adalah kunci utama. Menurutnya, informasi mengenai bahaya narkotika akan jauh lebih efektif jika disampaikan melalui lisan para ulama.
​“Melalui pintu gerbang agama, jangkauan pencegahan bisa sangat luas. MUI memiliki kepengurusan hingga tingkat kecamatan, ini adalah spirit baru bagi kami untuk mengedukasi masyarakat secara masif,” ujar AKBP Suharsi.
​Ia juga menekankan bahwa BNN tidak hanya fokus pada penindakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan rehabilitasi bagi penyalahguna yang berani melapor.
​Narkoba Bukan Sekadar Masalah Hukum, Tapi Moral
​Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag, menyambut baik sinergi ini. Ia menyebutkan bahwa kerja sama ini adalah "cita-cita lama" MUI Gresik yang akhirnya terwujud. Bagi MUI, narkoba adalah ancaman nyata bagi moralitas bangsa yang tidak bisa diselesaikan hanya di balik jeruji besi.
​“Penyalahgunaan narkoba bukan hanya urusan hukum, tapi masalah moral dan sosial keagamaan. Para Ustaz dan Kiai punya peran vital karena mereka bersentuhan langsung dengan umat setiap hari,” tegas Makmun.
​Membentengi Industrialisasi dengan Nilai Santri
​Pesatnya arus industrialisasi di Gresik membawa tantangan tersendiri, termasuk meningkatnya risiko peredaran gelap narkoba. Menanggapi hal ini, MUI Gresik berencana mengoptimalkan berbagai forum untuk menyelipkan pesan-pesan antinarkoba.
​Majelis Taklim & Istighotsah: Menjadi sarana edukasi rutin bagi jamaah.
​Kader Keluarga Bahagia: Melibatkan para Ibu Nyai di tingkat kecamatan untuk membentengi ketahanan keluarga.
​Kader Penggerak MUI Desa: Menjadi mata dan telinga dalam pencegahan narkoba di tingkat akar rumput.
​“Gresik adalah Kota Wali. Kita harus pertahankan identitas itu. Dengan Kader Penggerak MUI Desa dan jaringan Ibu Nyai, kami siap bersinergi dengan BNN agar kerja sama ini memberikan dampak nyata,” pungkas Makmun.

Lebih baru Lebih lama