Sinergi Umat di Malam Nuzulul Quran: Safari Ramadhan MUI Dukun di Lowayu Bawa Pesan Kedamaian
GRESIK – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Nurul Huda, Desa Lowayu, pada malam peringatan Nuzulul Quran yang bertepatan dengan agenda Safari Ramadhan Terpadu MUI Kecamatan Dukun, Senin malam. Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan berbagai elemen bangsa, mulai dari ulama, umara (pemerintah), hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Dukun Drs. KH. Hilal Mahfudz, perwakilan MWCNU DR. KH. Ahmad Thoyyib Mas’udi, MA, jajaran Muhammadiyah, DMI, Forkopimcam Dukun, serta penceramah kondang KH. Ahmad Hasyim Fahmi.
Apresiasi Kemandirian Lembaga Dakwah
Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, Siswanto, M.Fil, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. Ia secara khusus mengapresiasi peran Lembaga Dakwah Masjid (LDM) Nurul Huda yang sukses mengorganisir peringatan Nuzulul Quran sekaligus menyambut tim Safari Ramadhan MUI.
Senada dengan itu, Kepala Desa Lowayu, Amin Iskandar, S.Sos.I, memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan jajaran pengurus masjid yang baru, sembari memohon doa restu agar amanah dalam mengemban tugas memakmurkan masjid.
Kabar Gembira: Diskon PBB 25% untuk Warga
Sisi menarik muncul saat sambutan dari pihak Forkopimcam yang disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Dukun. Selain memuji kondusifitas wilayah selama Ramadhan 1447 H, ia membawa "kado" spesial dari Pemerintah Kabupaten Gresik.
"Dalam rangka HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Gresik ke-539, pemerintah memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 25 persen serta pemutihan denda pajak daerah. Ini adalah kado bagi masyarakat," ungkapnya disambut antusias jamaah.
Safari Ramadhan: Wasilah Rezeki dan Panjang Umur
Ketua MUI Dukun, Drs. KH. Hilal Mahfudz, menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar seremonial. "Semoga pertemuan ini menjadi wasilah (perantara) dipanjangkannya umur kita dan diluaskannya pintu rezeki," tuturnya. Ia juga memperkenalkan struktur lembaga baru di bawah naungan MUI yang siap melayani kebutuhan umat di Kecamatan Dukun.
Sebelum memasuki inti ceramah, acara diwarnai dengan momen penuh empati berupa pembagian santunan kepada para lansia di Desa Lowayu, sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci.
Pesan KH Ahmad Hasyim Fahmi: 4 Kunci Hidup "Ayem Tentrem"
Puncak acara diisi dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Hasyim Fahmi. Beliau mengajak jamaah merenungkan tujuan hidup agar mencapai ketenangan hati (ayem tentrem).
"Tanyakan pada diri sendiri, saat kita wafat nanti, apakah tetangga akan mengucap Innalillah (merasa kehilangan) atau malah Alhamdulillah (merasa lega)? Jika ingin husnul khatimah, perbaikilah hubungan dengan Allah," tegas Yai Hasyim.
Mengutip pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, beliau membagikan 4 pilar hidup tentram:
- Khoufun Minal Jalil: Memiliki rasa takut dan hormat kepada Allah.
- Al-Qona'atu bil Qolil: Merasa cukup dan ridha dengan rezeki yang ada.
- Al-'Amalu Bit-Tanzil: Mengamalkan tuntunan Al-Qur'an dalam keseharian.
- Isti'dad Liyauomir Rahil: Mempersiapkan bekal untuk hari kematian.
Acara yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan doa bersama oleh Yai Aziz, memohon keberkahan untuk seluruh warga Kecamatan Dukun dan keselamatan bangsa.

