Harlah Berlian PP Ihyaul Ulum Dukun 2025

Pesan Gus Iwan di Harlah Ihyaul Ulum ke-75: Menjadi Generasi Pintar dan Benar Ala Kiai Ma’shum


GRESIK – Suasana khidmat menyelimuti Aula Pondok Pesantren Ihyaul Ulum Dukun dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) yang ke-75 pada Kamis pagi. Momentum "Harlah Berlian" ini menjadi ajang silaturahmi akbar sekaligus napak tilas perjuangan sang pendiri, almaghfurlah KH. Ma’shum Sufyan.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri langsung oleh seluruh dzurriyyah (anak, cucu, hingga cicit) KH. Ma’shum Sufyan, Ketua Lembaga PAUD TK MI MTs. SMK MA dan PT, jajaran pendidik tenaga kependidikan, serta ribuan santri hingga Mahasiswa Aktif di bawah naungan yayasan.

Mencetak Tokoh Bangsa: Dari Bupati hingga Parlemen RI

​Sejak didirikan pada 1 Januari 1951, Pondok Pesantren Ihyaul Ulum telah menjelma menjadi kawah candradimuka yang melahirkan tokoh-tokoh hebat di kancah daerah maupun nasional.

​Sebut saja almarhum KH. Robbah Ma’shum (Bupati Gresik dua periode), H. Husnul Aqib (DPRD Gresik), hingga tokoh nasional seperti DR. H. Ahmad Iwan Zunaih (DPRD Provinsi Jawa Timur) dan DR. H. Jazilul Fawaid, SQ, MA (Ketua Fraksi DPR RI). Hal ini membuktikan bahwa pendidikan pesantren mampu bersaing di segala lini, mulai dari ulama, akademisi, hingga politisi.

Tiga Kunci Kesuksesan KH. Ma’shum Sufyan

​Dalam sesi pembacaan Manaqib, DR. H. Ahmad Iwan Zunaih, Lc., MM (Gus Iwan) membagikan tiga teladan utama Kiai Ma’shum yang menjadi rahasia keberkahan hidup beliau:

1. Keajaiban Istiqomah

Kiai Ma’shum dikenal sangat istiqomah. Berkat ketekunannya, beliau mampu menghafal Al-Qur'an hanya dalam waktu 3 bulan. Gus Iwan menceritakan kebiasaan rutin beliau menyapa tetangga (haqqul jar) sambil mendaras Al-Qur'an di depan rumah, serta rutin berkeliling pondok untuk memastikan keadaan santrinya.

"  Qolilun Yadum Khoirun min Katsirin Laa Yadum" – Sedikit namun konsisten lebih baik daripada banyak namun terputus"

2. Sosok yang Low Profile (Ya'laf Wa Yu'laf)

Meskipun menyandang status ulama besar, beliau adalah sosok yang sangat terbuka dan menghargai pendapat orang lain. Sifat rendah hati inilah yang membuat nasihat-nasihat beliau sangat mudah diterima oleh masyarakat luas.

3. Kekuatan Surah Al-Ashr

Kiai Ma’shum selalu menutup majelis dengan membaca Surah Al-Ashr bersama-sama. Beliau meyakini bahwa surah tersebut adalah kunci kebaikan yang mengandung nasehat tentang waktu dan kesabaran.

Menyiapkan Generasi "Pintar dan Benar"

​Di akhir pesannya, Gus Iwan menekankan kepada seluruh pendidik di lingkungan Pondok Pesantren Ihyaul Ulum untuk tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual santri.

"Kita harus menyiapkan generasi yang tidak hanya pintar secara ilmu, tapi juga 'benar' secara akhlak. Pintar dan Akhlakul Karimah harus berjalan beriringan," tegasnya.

​Acara Harlah ke 75 yang dipanitiai oleh MTs. ini berlangsung syahdu dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta Yasin dan Tahlil. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Perkumpulan, KH. Afif Ma’shum, bersama para dzurriyyah lainnya.

​Semoga keberkahan para santri terus tersambung hingga ke surga melalui perantara "Gandolan Sarunge Kyai." [SIG]




Lebih baru Lebih lama