Kuliah Sambil Cuan! STAI Ihyaul Ulum Gresik Cetak Mahasiswa Jadi Konten Kreator Andal
GRESIK – Info Gres, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ihyaul Ulum Gresik resmi meluncurkan terobosan akademik baru bertajuk Program Kuliah Berpenghasilan. Sebagai langkah awal, kampus membekali mahasiswa dan calon mahasiswa baru (camaba) dengan skill digital bernilai ekonomi tinggi lewat workshop intensif "Menjadi Content Creator Bercuan" pada Senin (1/6/2026).
Acara yang digelar di Lantai 2 Gedung Barat Kampus STAI Ihyaul Ulum ini menghadirkan Alva Badridduja, seorang praktisi industri kreatif digital. Puluhan peserta tampak antusias membedah peluang karier baru di ranah media digital.
Bukan Sekadar Teori, Langsung Praktik Bikin Konten
Dalam sesi tersebut, Alva Badridduja tidak hanya mengupas teori ekosistem digital dan algoritma media sosial, tetapi juga mengajak peserta langsung praktik (hands-on experience).
Para peserta dipandu selangkah demi selangkah, mulai dari:
Proses penggalian ide (brainstorming)
Teknik pengambilan video yang estetis
Strategi penyuntingan (editing) agar konten viral dan memikat audiens luas.
"Menjadi konten kreator hari ini bukan lagi sekadar hobi, melainkan profesi yang menjanjikan kemandirian finansial. Kuncinya ada pada keaslian gagasan dan ketajaman menangkap kebutuhan audiens," ujar Alva di hadapan peserta.
Selesai workshop, pelatihan tidak berhenti begitu saja. Panitia langsung membentuk kelompok pembinaan digital khusus. Melalui wadah ini, karya peserta akan terus dipantau, dievaluasi, dan mendapatkan konsultasi intensif langsung dari pemateri secara berkelanjutan.
Wujudkan Visi Besar "Mahasiswa Berpenghasilan"
Workshop ini menjadi bukti konkret implementasi Program Kuliah Berpenghasilan yang dicanangkan manajemen STAI Ihyaul Ulum. Program inovatif ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga mandiri secara ekonomi sejak dini melalui 5 klaster produktif: Belajar, Terlibat, Bersertifikasi, Berkarya, dan Berpenghasilan.
Dengan memadukan kurikulum formal, portofolio profesional, jaringan usaha, serta sertifikasi kompetensi nasional BNSP, STAI Ihyaul Ulum berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja dan siap menghasilkan.
Ketua STAI Ihyaul Ulum Gresik, Ubaidillah, menegaskan bahwa dunia perkuliahan saat ini harus mampu mengawinkan teori dan realitas praktis secara beriringan.
"Mahasiswa tidak hanya harus kuat dalam penguasaan teori, tetapi juga wajib dibekali pengalaman nyata, kompetensi terukur, dan penghasilan riil. Ke depan, peluang karier akan semakin beragam dan terspesialisasi," pungkas Ubaidillah. [SIG]

