Prof. Faisol Fatawi Bedah Hakikat Manusia di STAI Ihyaul Ulum.
Dalam kuliah umum tersebut, Prof. Faisol melontarkan kritik reflektif terhadap tren pendidikan saat ini yang sering kali terjebak dalam formalitas. Menurutnya, pendidikan sejati bukanlah sekadar ajang transfer of knowledge, melainkan sebuah proses besar pemanusiaan manusia.
Pendidikan: Transformasi Mental, Bukan Sekadar Nilai di Atas Kertas
Prof. Faisol menegaskan bahwa orientasi kognitif semata tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman. Beliau menekankan pentingnya pengembangan potensi manusia secara utut—mulai dari spiritual, moral, hingga kreativitas.
“Pendidikan itu tidak hanya transfer knowledge, tetapi harus menjadi transformasi nilai dan mental,” tegas Prof. Faisol dengan lugas.Beliau juga membedah posisi strategis manusia dalam Al-Qur’an sebagai subjek aktif. Dalam pandangannya, pendidikan harus mampu melahirkan individu yang menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan universal tanpa diskriminasi.
Menyentil "Mental Tempe" Generasi Z
Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah analisis beliau terhadap ketahanan mental Generasi Z. Di tengah kemudahan teknologi, Prof. Faisol melihat adanya kerentanan psikologis yang menghantui anak muda zaman sekarang.
- Ujian Ketahanan: "Manusia menjadi hebat karena ketahanannya, baik saat susah maupun senang," ungkapnya.
- Fondasi Kejujuran: Beliau mengingatkan bahwa kejujuran adalah mata uang global. Tanpa kejujuran, kepercayaan runtuh, dan kerusakan akan mengikuti.
- Mandat Khalifah: Ilmu bukan sekadar gelar, melainkan identitas dan mandat manusia sebagai pemimpin di muka bumi.
Inspirasi dari Sang Alumni untuk Mahasiswa
Ketua STAI Ihyaul Ulum menyambut hangat paparan inspiratif ini. Baginya, Prof. Faisol adalah bukti nyata bahwa rahim pesantren dan kampus lokal mampu melahirkan tokoh kaliber nasional.
“Kehadiran beliau adalah bukti nyata bagi mahasiswa bahwa dari sini, mereka bisa melangkah jauh ke kancah nasional. Kami berkomitmen agar STAI Ihyaul Ulum tidak hanya mencetak lulusan cerdas, tapi juga manusia dengan integritas dan ketahanan mental yang baja,” ujar Ketua STAI Ihyaul Ulum.
Komitmen Pendidikan Berbasis Karakter
Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dalam sesi diskusi yang cair dan tajam. Materi ini dirasa sangat relevan, mengingat tekanan kehidupan modern sering kali menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui agenda ini, STAI Ihyaul Ulum kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga konsisten dalam membentuk karakter islami yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

