Transformasi Digital dan Akreditasi Jadi Fokus Utama dalam Halalbihalal STIT Raden Santri
GRESIK – Suasana khidmat dan penuh semangat pembaruan menyelimuti Aula STIT Raden Santri pada Jumat (27/3). Lembaga pendidikan tinggi tersebut menggelar agenda ganda: Evaluasi Perkuliahan sekaligus Halalbihalal yang dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Yapiq, pimpinan pimpinan sekolah tinggi, serta para dosen.
Acara yang dipandu oleh Ustadz Syadad ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi institusi pasca-Ramadan. Ketua 1 STIT Raden Santri, Muhammad Ulil Albab, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya profesionalisme yang dibalut dengan keikhlasan.
"Kami berterima kasih atas dedikasi seluruh civitas akademika. Ke depan, tantangan kita adalah sinkronisasi kebijakan pembelajaran daring maupun luring. Kami tetap memantau instruksi presiden, sembari menunggu regulasi resmi dari Kopertais," ujar Ulil Albab.
Langkah Strategis Menuju Akreditasi
Sejalan dengan upaya peningkatan mutu, Kaprodi STIT Raden Santri, Aan Miftahul Fawaid, M.Pd., menyoroti detail-detail teknis yang kerap terabaikan namun krusial dalam penilaian akreditasi. Menurutnya, pembenahan administrasi sejak dini akan memudahkan penyusunan borang akreditasi prodi di masa mendatang.
"Hal-hal yang terlihat sepele justru menjadi kunci. Kita ingin memastikan sistem terdokumentasi dengan baik agar target akreditasi maksimal dapat tercapai," tegas Aan.
Menuju Kampus Berbasis Aplikasi
Sesi diskusi berlangsung dinamis saat Ustadz Asyhad memberikan masukan terkait urgensi digitalisasi. Ia mendorong STIT Raden Santri untuk segera memiliki aplikasi terpadu yang memuat SOP (Standard Operating Procedure), standar penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Merespons hal tersebut, Muhammad Ulil Albab memastikan bahwa pihak pimpinan tengah menggodok sistem aplikasi terpadu. Selain itu, pimpinan juga memohon doa restu terkait proses pembukaan jurusan baru, yakni Hukum Ekonomi Syariah (HES), serta pengembangan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Penguatan Kualitas Akademik Mahasiswa
Tak hanya soal infrastruktur digital, kualitas literasi mahasiswa juga menjadi sorotan. Pak Hasybi, salah satu dosen, memberikan masukan agar kampus memiliki formula khusus dalam membekali mahasiswa terkait teknik penulisan makalah dan karya ilmiah. Hal ini dinilai vital agar mahasiswa memiliki kesiapan matang saat menghadapi tugas akhir atau skripsi.
Sebagai langkah konkret dalam waktu dekat, Kaprodi berencana memperdayakan website institusi sebagai pusat informasi holistik. Selain itu, workshop penyusunan RPS (Rencana Pembelajaran Semester) akan segera digelar guna memastikan seluruh dosen mampu merumuskan CPL (Program Studi) dan CPMK (Mata Kuliah).
Doa untuk keberkahan STIT dan kemajuan dipimpin oleh KH. Abdurrahman, M.Ag [SIG]




