Gus Iwan - Saatnya Cetak Generasi Cemerlang

Gus Iwan : Cetak Generasi Cemerlang Dimulai dari Keluarga

GRESIK – Info Gres, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, DR. H. Ahmad Iwan Zunaih, Lc. MM. (Gus Iwan), menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan moral.
​Hal tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Program Anggota DPR Provinsi Jatim bertajuk "Optimalisasi Peran Keluarga sebagai Madrasah Pertama dalam Pembinaan Keagamaan Anak" yang digelar di Aula MA Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik.

​Karakter Lebih Utama dari Intelektualitas

​Dalam sambutannya, Gus Iwan mengingatkan para orang tua dan pendidik agar tidak terjebak hanya pada apresiasi kemampuan akademik anak. Beliau menekankan bahwa pembangunan bangsa akan berhasil jika didasari oleh persatuan dan moralitas yang kuat.


​"Ndandani wong pinter gak pati bener iki luweh abot tinimbang ndandani wong bener tapi ora pati pinter (Memperbaiki orang pintar yang tidak benar itu lebih berat daripada memperbaiki orang benar yang tidak terlalu pintar)," ujar Gus Iwan disambut antusiasme peserta.
​Gus Iwan mengajak masyarakat Jawa Timur untuk terus menjaga silaturahmi sebagai kunci persatuan. "Mari kita jadikan Jawa Timur provinsi yang maju dengan mencetak generasi cemerlang yang bertabur kesalehan dan ketakwaan," tambahnya.

​Keluarga sebagai Madrasah Pertama

​Senada dengan hal tersebut, narasumber utama Drs. H. Nur Salim, SH. M.Pd.I, menegaskan bahwa keluarga adalah lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Sejak lahir, anak menyerap nilai-nilai dari apa yang dilihat dan didengar di rumah.
​"Keluarga adalah madrasah pertama. Di sinilah fondasi keimanan dan akhlak dibangun sebelum anak mengenal pendidikan formal," jelas Nur Salim. Ia juga memaparkan strategi konkret bagi orang tua dalam mengoptimalkan peran mereka sebagai pendidik agama di rumah.


​Pesan Spiritual dan Persatuan
​Tokoh ulama KH. Afif Ma’shum turut memberikan pesan mendalam. Beliau mengingatkan agar pendidikan agama dimulai sedini mungkin, sesuai perintah Rasulullah untuk mencari ilmu sejak dalam buaian.
​"Kenalkan anak dengan Tuhannya dan awasi agar mereka selalu berpegang teguh pada ajaran Islam," pesan Kiai Afif. Beliau juga mewanti-wanti agar silaturahmi dilakukan dengan ketulusan hati, merujuk pada QS. Al-Hasyr ayat 14 agar persatuan tidak hanya tampak di lahiriah, namun juga kuat secara batiniah.


Acara yang dipandu oleh H. Ahmad Badrus Syarof ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Andi Salam dan KH. Hasan Mahmud. Pihak keluarga besar PP. Ihyaul Ulum, yang diwakili oleh KH. Hilal Mahfud, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif DPR Jatim dalam mempererat hubungan kemasyarakatan ini. [SIG]

Lebih baru Lebih lama