Sinergi Ulama-Umara: MUI Dukun Siapkan Gebrakan Dakwah Inklusif dan Kolaboratif 2025-2030
GRESIK – InfoGres, Menyongsong era baru kepemimpinan, MUI Kecamatan Dukun resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa khidmat 2025-2030 di Aula AL Roudloh, Rabu (4/2/2026). Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik start bagi transformasi dakwah yang lebih progresif di wilayah Gresik Utara.
Di bawah nakhoda Drs. KH. Hilal, Dip.Is., M.H., MUI Dukun berkomitmen untuk meruntuhkan sekat-sekat sektarian dengan mengedepankan kolaborasi lintas ormas dan lembaga pendidikan.
Gebrakan Baru: Safari Ramadhan Kolaboratif & Sentuhan ke Sekolah
Ketua MUI Dukun, Kiai Hilal, menegaskan bahwa periode ini akan ditandai dengan aksi nyata yang lebih luas. Salah satu inovasi utamanya adalah perombakan format Safari Ramadhan.
"Tahun ini kami tidak berjalan sendiri. Kami menggandeng NU, Muhammadiyah, hingga Pondok Pesantren untuk menjadikan Safari Ramadhan sebagai gerakan dakwah bersama yang dampaknya benar-benar dirasakan akar rumput," tegas Kiai Hilal.
Tak hanya itu, MUI Dukun juga membidik sektor krusial lainnya:
Transformasi Moral Remaja: Sinergi langsung dengan MA/SMA/SMK untuk pembinaan karakter generasi Z.
Pemberdayaan Perempuan: Kolaborasi aktif dengan Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah untuk penguatan peran umahat (ibu-ibu).
Akselerasi Struktur: Kehadiran dua komisi baru diharapkan menjadi mesin penggerak program pelayanan umat yang lebih lincah.
Menyelaraskan Langkah dengan Program Nasional.
Camat Dukun, Gunawan Purna Atmaja, S.STP., M.M., menyambut hangat visi progresif ini. Ia berharap MUI menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyukseskan agenda nasional.
“Kami butuh dukungan kiai untuk program strategis seperti Pendamping Halal UMKM, serta mendukung program Asta Cita Presiden, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan KDMP. Sinergi ulama-umara adalah kunci pembangunan daerah,” ujar Gunawan.
"Jangan berhenti di seremonial. Segera gelar rapat kerja untuk menyusun panduan organisasi yang efektif," pesan Kiai Rofiq. Ia menekankan tiga peran utama MUI yang harus berjalan beriringan:
Khodimul Ummah (Pelayan Umat)
Shadiqul Hukumah (Mitra Pemerintah)
Himayatul Ummah (Pelindung Umat)
Dengan pengukuhan ini, MUI Kecamatan Dukun siap bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya menjaga moralitas, tetapi juga aktif memikirkan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara inklusif.




