Solusi Santri Respons Persoalan Umat - LBMNU Dukun

Gebrakan LBMNU Dukun: Jadi Wadah Santri dan Alumni Pesantren Bedah Persoalan Aktual

DUKUN, InfoGres – Menyambut peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-103 dalam kalender Hijriah, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) MWCNU Dukun melakukan gebrakan intelektual. Bertempat di Aula KH Muhammad Hasyim Asy’ari, Gedung MWCNU Dukun, pada Ahad (25/1/2026) malam, digelar forum Halaqah dan Bahtsul Masail yang menjadi magnet bagi para santri dan kader muda NU.
​Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata dalam menghidupkan kembali tradisi literasi khazanah klasik pesantren di tengah tantangan zaman modern yang serba digital ini.
​LBMNU MWCNU Dukun memproyeksikan forum ini sebagai agenda rutin yang berkelanjutan. Tujuannya jelas: memperkuat jejaring antarpondok pesantren di wilayah Kecamatan Dukun sekaligus mengasah kemampuan kader muda Pesantren dalam merespons persoalan aktual menggunakan rujukan kitab-kitab Kuning Para fuqaha.
​“Kami ingin menggali kembali potensi alumnus pesantren, khususnya di bidang fikih. Forum ini adalah media edukasi sekaligus inspirasi bagi santri di Kecamatan Dukun,” ujar perwakilan LBMNU MWCNU Dukun Ustadz Adam.


​Dukungan Penuh dari Rais Syuriyah
​Tradisi intelektual ini mendapat apresiasi tinggi dari Rais Syuriyah MWCNU Dukun, Dr. KH Ahmad Thoyyib Mas’udi. Beliau menegaskan bahwa Bahtsul Masail adalah warisan luhur para ulama pendiri NU yang wajib dijaga keberlangsungannya.
​Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak MWCNU Dukun berkomitmen menyediakan fasilitas khusus diantaranya:
1-​Sekretariat Khusus: Menyiapkan ruangan di Kantor MWCNU Dukun sebagai pusat aktivitas LBMNU. 


​2-Pendampingan Rutin: Memastikan forum ilmiah tetap berjalan konsisten sebagai sarana thalabul ilmi. 

3-Sambung Sanad : Ikut serta Silaturrahmi dengan mendatangi Kiai Kiai yang memiliki sanad keilmuan yang kompeten dari para masyayihnya, agar generasi muda Pesantren tidak terputus sanad keilmuan yang. 


​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus LBMNU PCNU Gresik, pengurus harian MWCNU Dukun, serta 12 delegasi dari berbagai pondok pesantren se-Kecamatan Dukun.
​Pertemuan tersebut diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah MWCNU Dukun, KH Mohammad Sholeh, M.Ag, sebagai simbol harapan agar gerakan intelektual ini membawa keberkahan bagi masyarakat luas. [SIG]


Lebih baru Lebih lama