TUNJUKKANLAH YANG BENAR ITU BENAR, DAN BERIKANLAH KAMI KEKUATAN UNTUK MENGIKUTINYA
Sahabat info gresik, Betapapun banyaknya dan menariknya kebathilan, lambat laun dia pasti lenyap. Itu semua adalah _sunnatullah_ yang tidak mungkin berubah. Berbagai _syubhat_ dan kerancuan berpikir, seindah apapun menghiasi sebuah kebathilan, pasti akan tersingkap kepalsuannya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ÙˆَÙ„َا تَÙ„ْبِسُوا الْØَÙ‚َّ بِالْبَاطِÙ„ِ ÙˆَتَÙƒْتُÙ…ُوا الْØَÙ‚َّ ÙˆَØ£َنتُÙ…ْ تَعْÙ„َÙ…ُونَ
“Dan janganlah kamu mencampur-adukkan kebenaran dengan kebathilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 42)
Larangan ini merupakan larangan yang besar dan serius. Hal ini karena hak menentukan halal dan haram adalah ketentuan Allah Azza wa Jalla dan hak-Nya semata-mata. Karena itu Allah Azza mengecam mereka yang mencampur-adukkan antara yang haq dan yang bathil, antara ketaatan dan kemaksiatan, antara kebenaran dan kebohongan. Sebab dengan cara-cara itulah dan tangan-tangan kotor mereka itulah menyebabkan hukum Allah Azza wa Jalla bercampur aduk antara larangan dan suruhan.
Saudaraku,
Dililihat dari sisi bahasa, kata تَÙ„ْبِسُواْ ( _talbisuu_) bisa berasal dari kata _la-bi-sa_ (memakai) atau _la-ba-sa_ (mengacaukan, menyamarkan) atau _al-ba-sa_ (memakaikan).
Kalau dipadukan bisa menjadi: “Memakai pakaian kebenaran ( _al-haq_) untuk menutupi tubuh aslinya yang salah ( _al-bathil_)...
Maka, orang yang membantu, setuju atau membiarkan tindakan ini disebut memakaikan pakaian kebenaran ( _al-haq_) kepada kebathilan ( _al-bathil_). Baik yang memakai ataupun yang memakaikan pakaian kebenaran ( _al-haq_) kepada kebathilan ( _al-bathil_) punya andil yang sama di dalam mengacaukan pandangan masyarakat tentang yang benar.
Semoga kita dapat mengetahui dan mengikuti yang benar adalah benar, dan berlindung dari yang salah adalah salah,
اللهُÙ…َّ Ø£َرِÙ†َا الØَÙ‚َّ ØَÙ‚ّاً ÙˆَارْزُÙ‚ْÙ†َا التِبَاعَØ©َ ÙˆَØ£َرِÙ†َا البَاطِÙ„َ بَاطِلاً ÙˆَارْزُÙ‚ْÙ†َا اجْتِÙ†َابَÙ‡ُ
“Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar, dan berikanlah kami kekuatan untuk mengikutinya, serta tunjukkanlah kepada kami yang bathil itu bathil dan berikanlah kami kekuatan untuk menjauhinya.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)
Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa memegang teguh kebenaran dan menjauhkan diri dari kebathilan untuk meraih ridha-Nya.
